Written by Dimas Gityandraputra | 17 Jan 2019 | 4 min read | Native Advertising

Contoh Native Advertising yang Menarik untuk Media Sosial

Pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya di Indonesia saat ini sudah mulai berubah. Perkembangan teknologi digital kini membuat mereka lebih senang untuk mencari beragam informasi dari berbagai media di dunia online, mulai dari website, blog sampai media sosial. Dan hal ini pula yang turut mengubah bagaimana cara para marketers memproduksi bentuk konten promosi yang mereka sajikan kepada target audiens.

Beberapa tahun yang lalu, mungkin banyak brand lebih memilih untuk membuat bentuk iklan yang disiarkan melalui televisi atau koran karena dianggap bisa menyasar audiens seluasnya. Tetapi kini dengan mempertimbangkan efisiensi biaya yang dikeluarkan, dan juga semakin masifnya para pengguna media sosial, membuat para brand mulai mengalihkan penayangan konten mereka pada media-media digital seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Walau mungkin memang para pemasar ini perlu menentukan strategi yang baru, tetapi menyajikan konten melalui media sosial seperti ini kerap memberikan berbagai keuntungan seperti; akan meningkatkan perhatian masyarakat terhadap konten yang disajikan, dapat mengukur bagaimana performa konten yang ditayangkan, hingga meningkatkan penjualan produk yang ditawarkan.

Namun agar konten yang disajikan bisa berjalan dengan sukses, ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para marketers ketika membuat sebuah konten.

Baca Juga: Apa itu Native Advertising?

Perlu mempertimbangkan nilai autentik dari konten

Salah satu cara untuk bisa menarik perhatian audiens adalah dengan membuat mereka percaya bahwa apa yang mereka saksikan tersebut bisa memberikan nilai baru. Dengan membuat sebuah konten yang tidak hardsell dan terasa natural tentu akan meningkatkan nilai autentik dan juga kepercayaan dari para masyarakat. Dengan penempatan yang cerdas dan dihadapan audiens yang tepat akan sangat membantu untuk meluaskan jangkauan dari konten tersebut dan juga lebih relevan pada audiens.

Mengembangkan konten dengan mengikuti tren

Cara lain yang bisa dilakukan agar konten native advertising pada media sosial kita bisa menjangkau audiens yang benar adalah dengan membuat konten dengan mengikuti tren yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Misalnya kita bisa ikut di dalam perbincangan. Atau membuat sebuah konten dengan menggunakan fitur terbaru yang disediakan oleh para platform media sosial ini.

Kenyataannya, banyak masyarakat yang senang dengan bentuk konten yang baru, kita bisa juga membuat suatu campaign di media sosial dan mengajak para target audiens untuk mengikutinya. Dengan begitu, kita bukan hanya mengikuti tren, tetapi bisa juga menjadi pembuat tren terbaru yang disukai masyarakat. Hal ini tentunya akan membuat brand menjadi pusat perhatian masyarakat atau dapat pula meningkatkan engagement sehingga semakin banyak audiens yang mengenal produk atau jasa yang ditawarkan tersebut.

Menyampaikan konten dengan cara yang menarik

Banyak pula konten yang dapat kita buat untuk menarik atensi para calon konsumen. Misalnya, membuat sebuah konten yang interaktif. Atau bisa juga dengan memberikan konten yang informatif, detail, tapi di sisi lain juga harus disajikan secara menarik. Contohnya, kita bisa membuat konten bertipe kuis, infografik, hingga gif-gif humor yang jenaka. Dan hal seperti ini akan membuat konten yang disajikan tadi bisa mengundang masyarakat untuk mau membagikan konten tersebut di akun pribadi mereka secara organik.

Mungkin masih banyak cara-cara lain yang dapat diadaptasi oleh para marketers untuk bisa membuat sebuah konten native advertising di media sosial yang menarik. Dan sebagai referensinya, di bawah ini merupakan contoh konten yang disajikan pada setiap platform media sosial yang sukses meraih objektif yang ditargetkan.

Baca Juga: 5 Contoh Facebook Ads yang Menarik

Facebook

Oreo - “The Daily Twist”

Apa itu Native Advertising?Sumber Gambar: Adweek.com

Pada tahun 2012, salah satu perusahaan cookies terbesar di dunia, Oreo, merilis sebuah campaign bertema, “The Oreo Daily Twist”, di mana dalam 100 hari sepanjang campaign tersebut berjalan, Oreo menceritakan berbagai fenomena menarik dan hari-hari besar, yang mereka sajikan melalui gambar visual dengan menggunakan biskuit Oreo sebagai pemeran utama di dalam gambar tersebut.

Gambar-gambar yang disajikan Oreo melalui channel Facebook tersebut, ternyata berhasil mengundang perhatian masyarakat. Banyak yang menganggap visual yang diberikan Oreo itu menarik, lucu dan layak untuk mereka bagikan.

Hasilnya, kampanye yang dijalankan Oreo melalui Facebook ini berhasil menarik 231 juta media impression, meningkatkan fans di dalam channel Facebook mereka dari 26 juta menjadi 27 juta fans hanya dalam kurun waktu 100 hari saja.

Selain itu, lebih dari 1,3 juta interaksi yang tersaji di Facebook dan meningkatkan tingkat share konten mereka menjadi 280% pada setiap post yang diterbitkan.

Twitter

Coca-Cola - #ShareACoke

Apa itu Native Advertising?Sumber Gambar: NativeAdvertisingInstitute

Di tahun 2014, Coca-Cola mengajak masyarakat untuk menuliskan nama mereka di dalam kaleng atau botol produk mereka. Untuk mempromosikan produk tersebut, Coca-Cola meluncurkan website shareacoke.com dan mengajak para audiens untuk membuat botol mereka sendiri secara virtual, dan membagikannya kepada teman atau keluarga melalui media sosial Twitter dengan menggunakan hashtag #ShareACoke.

Hasilnya, lebih dari 250.000 tweets dengan hashtag #ShareACoke yang tersaji di Twitter dalam kurun waktu 1 Juni sampai 31 Agustus. Konten-konten dari Coca-Cola ini juga berhasil mendapatkan reach lebih dari 1,75 miliar, dan menurut The Wall Street Journal, penjualan produk Coca-Cola dapat meningkat tajam, karena campaign yang dijalankan ini.

Alasan kampanye milik Coca-Cola ini dapat berjalan dengan baik karena, brand minuman ini berhasil mengajak para audiensnya untuk mau terlibat di dalam pembicaraan, dan kaleng virtual yang dibuat masyarakat itu mudah untuk dibagikan secara online sehingga kampanye tersebut cepat membentuk hype di tengah masyarakat.

Instagram

IKEA - #MakeMoreThanJustFood

Salah satu konten ads yang berhasil di Instagram adalah milik IKEA. Di dalam kontennya, IKEA menyajikan cara mudah untuk membuat kue dengan resep dari Izy Hossack yang memang sudah terkenal sebagai pembuat kue yang andal.

Video yang disajikan oleh IKEA ini berhasil karena memiliki warna yang enak dipandang, dengan durasi yang tidak terlalu panjang, namun tetap informatif. Setiap teks yang tersaji di dalam video tersebut juga terlihat jelas dan dapat dengan mudah terbaca.

Selain itu, pada video ini, IKEA juga bekerja sama dengan seorang influencer ternama, Izy Hossack, sehingga konteks yang ingin mereka sampaikan menjadi relevan dan juga mengundang orang-orang yang senang membuat kue mau menyaksikan konten tersebut karena tertarik dengan resep yang disajikan oleh Izy Hossack.

Ditambah, CTA “learn more” yang tersaji tertuju pada landing page yang tepat, yakni pada rubrik Cook Together di dalam situs milik IKEA, yang membuat para pengunjungnya dapat dengan mudah mencari resep-resep yang sedang mereka ingin uji coba. Pada akhirnya, resep yang dipadukan dengan produk IKEA itu, sangat menarik bagi para audiens untuk mau membeli produk dari IKEA.

Marketing report
you should read

whitepaper download image no BG See the report
 

Any comment?

Related articles